Minggu, 12 Mei 2013

Pengertian Laporan serta Usulan Karya Tulis Ilmiah



Pengertian Laporan

Laporan adalah Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang (authority) dan tanggung jawab (responsibility) yang ada antara mereka.
Salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya. Laporan merupakan salah satu alat untuk menyampaikan informasi baik formal maupun nonformal.
Penyampaian informasi dari petugas/ pejabat tertentu kepada petugas / pejabat tertentu dalam suatu system administrasi.

Susunan Formal
 Laporan formal, adalah laporan yang ditulis secara ilmiah, yaitu sebagai hasil peneliti. Biasanya isinya singkat tetapi padat dan sistematis serta logis. 

Laporan berfungsi sebagai:
1) alat pertanggungjawaban secara tertulis,
2) alat pendokumentasian data,
3) alat studi banding,
4) alat pengambilan keputusan, dan
5) melatih berpikir sistematis.

Laporan formal terdiri dari:
1. Bagian Pendahuluan
Bagian pendahuluan terdiri dari:
a. Halaman judul: judul, maksud dan tujuan penulisan identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, tahun.
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/ semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Kata pengantar
f. Daftar isi
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar gambar (jika ada)
i. Daftar grafik (jika ada)
j. Abstrak (berisi uraian singkat mengenai isi laporan)

2. Bagian Isi
Uraian singkat tentang bagian ini:
a. Bab I: Pendahuluan
1) Latar belakang
2) Identifikasi masalah
3) Pembatasan masalah/ ruang lingkup penelitian
4) Rumusan masalah
5) Tujuan dan manfaat
b. Bab II: Kajian pustaka
c. Bab III: Metode penelitian
d. Bab IV: Pembahasan
e. Bab V: Penutup

3. Bagian Penutup
a. Daftar pustaka
b. Daftar lampiran
c. Indeks atau daftar istilah


Laporan nonformal
Laporan non formal, adalah laporan yang ditulis secara popular, yaitu menggunakan kata-kata sederhana, kadang-kadang diselingi dengan kalimat humor/lucu. , yaitu laporan yang tidak memenuhi beberapa unsure formal. Laporan ini bersifat pribadi yang disesuaikan dengan kepentingan penulisannya.
Laporan nonformal terdiri dari :
1. Laporan kunjungan, berisi:
a. Judul laporan
b. Tujuan
c. Waktu pelaksanaan
d. Hasil yang diperoleh


Jenis-Jenis Karya Ilmiah

2. Laporan percobaan, berisi:
a. Judul percobaan
b. Pelaksanaan (waktu dan tempat)
c. Urusan kerja
d. Data yang diperoleh
e. Kesimpulan

3. Laporan diskusi, berisi:
a. Topik
b. Moderator
c. Penyaji
d. Jumlah peserta
e. Masalah yang dibicarakan
f. Pemecahan masalah
g. Kesimpulan

a. Skripsi
Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.

b. Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri —sekalipun dipandu dosen pembimbing— menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.

c. Disertasi
Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

Judul PI           : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK YAMAHA
Alasan             : ingin mengetahui alasan masyarakat dalam memilih sebuah produk.

Sumber :



Selasa, 16 April 2013

Hakikat Karangan Ilmiah dan Tahapan Penulisan Ilmiah



1.      - Definisi Hakikat adalah Suatu hakikat lebih mantap dan stabil serta tidak mendatangkan sifat yang berubah-ubah, tidak parsial atau pun yang bersifat fenomenal. Maka yang namanya manusia (an-nas) adlah makhluk tuhan yang memliki ‘’jiwa dan raga’’. Keharmonisan ikatan (integritas) jiwa dan rga tersebut menjadikan manusia dapat bereksistensi (ber-ada). Hakikat dapat menjalankan fungsi-fungsi kemanusian dalam berbagai kegiatan.
-        Ciri Hakikat :
>     Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat hasilnya tidak bersifat spekulasi
     (menduga-duga)
>     Teoritas, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil obeservasi yang konkret 
     dilpapangan dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara  
     logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab sehingga menjadi teori.
>     Komulatif, yaitu disususn atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki,diperluas
     sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
>     Nonetis, yaitu pembahasan suatu maslah tidak mempersoalkan baik atau buruk maslah tersebut,
     tetapi lebih berlanjut untuk menjelaskan tersebut untuk menjelaskan maslah secara mendalam.

2.      Tahapan penulisan ilmiah:
a.       Susun tahapan penulisan ilmiah, jelaskan : sebelum menjelaskan tentang penyususnan laporan  
       hasil penelitian, terlebih dahulu penulis mengungkapkan maksud dari ungkapan tersebut. 
       Penyusunan merupakan imbuhan dari kata dasr susun yang berarti 
      1. Kelompok atau kumpulan  yang tidak berapa banyak tumpuk. 
      2. Seperangkat barang yang diatur atau bertingkat-tingkat. 
      3. Rangkap yang tindih menindih. Namun dalam referensi ini, yang maksud dengan
          penyususnan adalah proses pengaturan dengan menumpukan dan mengelompokan 
          secara baik.
·        Dengan demikian yang dimaksud penyusunan laporan hasil penelitian adalah proses pengaturan dan pengelompokan secara baik tentang informasi suatu kegiatan berdasarkan fakta melalui usaha pikiran peneloitian dalam mengolah dan menganalisa objek atau topik penelitian secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatui hipotesis sehingga terbuat sebuah prinsip-prinsip umum atau teori.
1.      Cover : salah satu faktor sukses untuk mendapatkan hasil terbaik dalam pembutan makalah pendidikan.
2.      Lembar pengesahan : berisi tanda tangan dan nama lengkap beserta gelar dari judul skripsi, pembuat, pembimbing dan penguji.
3.      Abstrak : yang berwujud ringkasan, sedangkan ikhtisar lebih banyak digunakan pada tulisan pada tulisan ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk buku.
4.      Daftar isi : lembar halaman yang menjadi pentunjuk pokok isi buku beserta nomor halaman.
5.      Tabel : Disajikan tidak dalam bentuk tulisan tetapi disajikan dalam bentuk tabel, diagram, grafik, atau bagan.penyajian dengan bentuk tabel, diagram, grafik, atau bagan ini dimaksudkan untuk memudahkan pembaca dalam memahami gagasan yang disampaikan penulis.
6.      BAB I : PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
 Latar belakang masalah  adalah suatu makalah mencangkup   sebagian besar inti pokok dari masalah tersebut.
1.2. Rumusan dan Batasan Masalah
Atas dasar latar belakang masalah yaang telah di jelaskan sebelumnya , pada bagian ini peneliti mulai mengidentifikasi, membatasi dan selanjutnya merumuskan masalah yang hendak di teliti.
1.3.Tujuan Penelitian
Bagian berisi tujuan penelitian yang hendak di capai , dah hal ini seharusnya mengacu kepada rumrusan dan pernyataan penelitian bahwa tujuan penelitian adalah perubahan kalimat pertanyaan menjadi kalimat pertanyaan.
1.4. Manfaat Penelitian
Sedikit berbeda dengan tujuan penelitian , sub bab manfaat penelitian berisikan manfaat penelitian yang dapat di peroleh daripenelitian yang akan di lakukan peneliti tersebut. Manfaat yang hendaknya ada, sebaiknya meliputi :
·        Manfaat akademis, berisi manfaat kegiatan dan hasil penelitian  bagi dunia akademis.
·        Manfaat praktis, berisi manfaat kegiatan dan hasil penelitian bagi perbaikan/kebaikan objek yang di teliti.
1.5. Bagian berisikan tentang bagaimana secara ilmiah , penelitian akan dilakukan poin-poin penting dalam bagan ini adalah
1.5.1. Objek Penelitian
Menjelaskan ‘profil singkat’ seperti nama, tempat, dan                                              atribut lain dari objek yang akan di teliti.
1.5.2. Data / Variabel
           Menjelaskan data atau variabel-variabel yang akan di gunakan dalam penelitian. Dalam bagian ini dapat di jelaskan nama variabel, jenis variabel, sampai dengan simbol/notasi variabel yang akan digunakan.
1.5.3. Metode Pengumpulan data / Variabel
           Menjelaskan cara-cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan dat/variabel yang telah disebutkan di bagian sebelumnya. Sebaiknya dijelaskan apakan peneliti mengunakan data  premier atau sekunder, apakah menggunakan sampel atau tidak , jika menggunakan sampel itu diperoleh teknik sampling apa yang digunakan.
1.5.4.Hipotesis
          Bagian ini menjadi optionel , disesuaikan dengan tujuan, jenis penelitian, serta kemampuan masing-masing peneliti.
1.5.5. Alat analisi yang digunakan
          Berisikan metode kualitatif dan kuantitatif yang akan digunakan peneliti dalam pembahasan dan dalam rangka mencapai tujuanpenelitin yang telah di tetapkan.
7.      BAB II : LANDASAN TEORI
2.1. Kerangka Teori
Bagian ini berisikan berbagai pengertian dan pemahaman mengenai teori yang benar-benar relevan dengan topik dan variabel penelitian serta memang benar-benar dibutuhkan untuk membantu menganalisis masalah di bab-bab selanjutnya.
2.2  Kajian Penelitian Sejenis bagian ini berisi kajian peneliti terhadap hasil-hasil penelitian sejenis atau penelitian yang memiliki kesamaan topik/variabel dengan topik atau variabel yang sedang dan akan di teliti oleh peneliti.
2.3  Alat Analisis
Bagian ini berisi penjelasan rinci (rumus,formulasi, langkah-langkah perhitungan ) mengenai berbagai alat analisis deskriptif dan kuantitatif yang akan digunakan dalam analisis masalah/pembahasan .
8.     BAB III : METODE PENELITIAN
3.1. Objek Penelitian
3.2. Data/Variabel Yang Digunakan
3.3. Metode Pengumpulan Data
3.4. Hipotesis
3.5. Alat Analisis Yang Digunakan

Bab III ini untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi peneliti dalam menguraikan dan menjelaskan metode penelitian yang akan digunakan m sementara keberadaan sub-sub 1.5. terlalu ringkas, khususnya untuk materi-materi menelitian dengan menggunakan data premier dan melakukan survei.
9.     BAB IV : PEMBAHASAN
4.1. Data dan Profile Objek Penelitian
 Bagian ini berisikan data dan profile singkat objek penelitian, apalagi bila sub-sub 1.5.1 tidak ada cukup ruang untuk menjelaskan profile penelitian.
4.2. Hasil Penelitian dan Analisis/Pembahasan
        Dalam bagian ini . peneliti mulai menyajikan data dan hasil penelitian dan mulai menganalisis secara deskriptif (dengan tabel, grafik, flowa, dan sejenisnya). Serta mengkombinasikannya dengan analisis kuantitatif yang telah di sebutkan dibagian sub bab 1.5.5. yang perlu diperhatikan dalam bagian ini adalah, langkah-langkah analisis/penyelesaian masalah yang sistematis dan mudah dimengerti, serta akurat sesuai keutuhan dan tujuan penelitian.
4.3. Rangkuman Hasil Penelitian
       Berbeda dengan kesimpulan , bagian ini berisi rangkuman hasil penelitian, yang umumnya dapat di sajikan dalam tabel ringkasan hasil. Tujuan dari bagian ini adalah untuk membudahkan pembaca dalam memahami hasil penelitian secara cepat dam mudah.
10.  BAB V : PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Bagian ini berisikan kesimpulan dari hasil penelitian , yang pada prinsipnya merupakan  jawaban dari pertanyaan penelitian pada sub-sub rumusan masalah dan juga dapat memenuhi berbagai tujuan penelitian seperti yang telah dicantumkan dalam sub-sub 1.3. dengan data lain ,harus ada benang merah anatara isi kesimpulan dengan rumusan dan tujuan  penelitian.

Perlu diingat bahwa bagian ini harus mampu menutup secara keseluruhan penelitian yang sedang dan telah dilakukan peeliti, serta tidak menjadikan penelitian menjadi ‘mentah’ lagi.











Jumat, 15 Maret 2013

Penalaran Induksi dan Deduksi



Pengertian Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi– proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.

Pengertian Penalaran Induktif 

Penlaran induktif adalah proses penalaran untuk manari kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum. 

Contoh : Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. kucing berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. 

Kesimpulan : semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.

penalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.

Pengertian Penalaran Deduktif

Penalaran  deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Contoh : Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Sumber :