Minggu, 01 April 2012

Pendidikan Kewarganegaraan..

Tugas Soft Skill Pendidikan Kewarganagaraan
Nama : Ryane Hernayanti
Npm  : 16210310
Kelas : 2EA15



1.      Karakter atau jiwa yang demokratis

a)      Rasa Hormat dan Tanggung jawab
Rasa hormat dan tanggungjawab terhadap sesama waga negaraterutama dalam konteks adanya pluralitas masyarakat Indonesia yangterdiri dari berbagai etnis, suku, ras, keyakinan agama, dan ideologipolitik. Selain itu, sebagai warga negara yang demokrat, seorang warganegara juga dituntut untuk turut bertanggung jawab menjagakeharmonisan hubungan antara etnis serta keteraturan dan ketertiban
negara yang berdiri di atas pluralitas tersebut.

b)     Bersikap Kritis
Bersikap kritis terhadap kenyataan empiris (realitas sosial, budaya, danpolitik) maupun terhadap kenyataan supra empiris (agama, mitologi,kepercayaan). Sikap kritis juga harus ditunjukkan pada diri sendiri.Sikap kritis pada diri sendiri itu tentu disertai sikap kritis terhadappendapat yang berbeda. Tentu saja sikap kritis ini harus didukung oleh sikap yang bertanggung jawab terhadap apa yang dikritik.


c)      Membuk Diskusi dan Dialog
Membuka diskusi dan dialog yakni perbedaan dan pandangan serta perilaku merupakan realitas empirik yang pasti terjadi di tengahkomunitas warga negara, apalagi di tengah komunitas masyarakat yang plural dan multietnik.
 Untuk meminimalisasi konflik yangditimbulkan dari perbedaan tersebut, maka membuka ruang untuk berdiskusi dan berdialog merupakan salah satu solusi yang bisa
digunakan. Oleh karenanya, sikap membuka diri untuk dialog dan diskusi
merupakan salah satu ciri sikap warga negara yang demokrat.


d)     Bersifat Terbuka
Bersikap terbuka yang merupakan bentuk penghargaan terhadapkebebasan sesama manusia, termasuk rasa menghargai terhadap hal-hal yang mungkin asing.
Sikap terbuka yang didasarkan atas kesadaran akan pluralisme dan keterbatasan diri akan melahirkan kemampuan untuk  menahan diri dan tidak secepatnya menjatuhkan penilaian dan pilihan.

e)      Rasional
Rasional yaitu memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secarabebas dan rasional adalah sesuatu hal yang harus dilakukan.
Keputusan-keputusan yang diambil secara rasional akan mengantarkansikap yang logis yang ditampilkan oleh warga negara, Sementara, sikapdan keputusan yang diambil secara tidak rasional akan membawaimplikasi emosional dan cenderung egois.
 Masalah-masalah yang terjadidi lingkungan warga negara, baik persoalan politik, sosial, budaya, dansebagainya, sebaiknya dilakukan dengan keputusan-keputusan yang rasional.





f)       Jujur
Jujur yaitu memiliki sikap dan sifat yang jujur bagi warga negaramerupakan suatu yang niscaya. Kejujuran merupakan kunci bagiterciptanya keselarasan diri keharmonisan hubungan antar warga negara.Sikap jujur bisa diterapkan di segala sektor, baik politik, sosial dan sebagainya



      2.   Pendapat mengenai Visi dan  Misi
            
Visi
Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan - tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi itu tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut.

Misi
Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Misi perusahaan adalah tujuan dan alasan mengapa perusahaan itu ada. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan.


Visi dan Misi Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menghadapi Era Globalisasi
VISI
Terwujudnya program studi yang mampu melaksanakan pendidikan akademik dan profesional di bidang kependidikan dengan mengembangkan Tridarma Perguruan Tinggi, sehingga mampu menghasilkan tenaga kependidikan yang memiliki keunggulan kompetensi untuk membentuk warga negara yang baik (good citizen), yang memiliki kesadaran moral, kesadaran politik, dan kesadaran hukum dengan berlandaaskan pada dasar negara Pancasila dan UUD 1945.


MISI
1.      Mengembangkan sistem kelembagaan program studi yang memiliki jati diri kependidikan, sehingga mampu menghasilkan tenaga kependidikan yang memiliki keunggulan kompetensi dalam bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan.
2.      Mengembangkan peran kelembagaan program studi yang mampu menjadi salah satu pusat pengembangan dan pembaharuan pendidikan kewarganegaraan, sejalan dengan kepentingan nasional dan kecenderungan global.
3.      Mengembangkan sistem kelembagaan program studi yang mampu menjadi salah satu institusi pembangunan watak bangsa (nation and character building), demi terwujudnya masyarakat warga (civil soviety) yang demokratis dan bertanggungjawab.
4.      Menyelenggarakan darma pendidikan dan pengajaran yang bersifat akademis dan profesional di bidang Pendidikan Kewarganegaraan yang berbasis pada ilmu-ilmu politik, hukum, dan moral/filsafat.
5.      Menyelenggarakan darma penelitian yang mengarah pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan masyarakat, sesuai dengan bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan  yang berbasis pada ilmu-ilmu politik, hukum dan moral/filsafat.
6.      Menyelenggarakan darma pengabdian kepada masyarakat yang mengarah pada kebutuhan masyarakat, sesuai dengan bidang Pendidikan Kewarganegaraan yang berbasis pada ilmu-ilmu politik, hukum, dan moral/filsafat.





Selasa, 03 Januari 2012

Evaluasi Keberhasilan Koperasi


EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI
I.  EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT  DARI SISI ANGGOTA

o       Efek-efek ekonomis koperasi
o       Efek harga dan efek biaya
o       Analisis hubungan efek ekonomis dengan keberhasilan koperasi
o       Penyajian dan analisis neraca pelayanan

1.      Efek-efek ekonomis koperasi
Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah diserahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan baik barang maupun jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual atau pembeli di luar koperasi.
Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi:
a.       jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
b.      Jika pelayanan itu ditawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan dari pihak-pihak lain dibanding yang diperolehnya dari pihak-pihak lain yang di luar koperasi.
                                                                                          
2.      Efek harga dan efek biaya
Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya: besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normative.
Motivasi itulitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang dimaksut adalah insentif berupa pelayanan barang atau jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien atau adanya pengurangan biaya dan atau diperolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan SHU baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi begitu dominant, maka setiap hatga yang ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga untuk anggota dengan untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.


3.      Analisis hubungan efek ekonomis dan keberhasilan koperasi
Dalam badan usaha koperasi, laba bukanlah satu-satunya yang dikejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima oleh anggota.
Keberhasilan koperasiditentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partisipasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang didapat oleh anggota tersebut.


4.      Penyajian dan analisis neraca pelayanan
Disebabkan oleh perubahan kebutuhan dari anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangan-tantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinu disesuaikan.
Ada dua factor yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya, antara lain:
1.      Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi)
2.      Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang ditawarkan oleh koperasi.
Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar daripada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.


II. EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN

o       Efisiensi Perusahaan Koperasi
o       Efektivitas Koperasi
o       Analisis Laporan Keuangan

1.      Efisiensi Perusahaan Koperasi
Tidak dapat dipungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya dilandasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
-   ukuran kemanfaatan ekonomis adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperoleh manfaat ekonomi.
-   Efesiensi adalah penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran mau seharusnya (la) dengan input realisasi atau sesungguhnya (ls), jika is < la disebut (Efisien)
Dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi atau diperoleh manfaat ekonomis oleh anggota dapat dibagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu:
1.      Manfaat ekonomi langsung (MEL)
2.      Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)
MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya.
METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan atau pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.
-   Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang diterima anggota dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
TME = MEL + METL
                  MEN = (MEL + METL) – BA                                                   

-   Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose),
maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
MEL = Eft + EfPK + Evs + EvP + EvPU
METL = SHUa

                           Efisiensi Perubahan / Badan Usaha Koperasi:

1.      Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota
(TEBP) = Realisasi Biaya Pelayanan (dibagi) Anggaran Biaya Pelayanan
Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota
2.  Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota
(TEBU) = Realisasi biaya usaha (dibagi) Anggaran biaya usaha



Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha

2.      Efektivitas Koperasi
-   Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jika Os > Oa disebut efektif.
-   Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
EvK = Realisasi SHUk + Realisasi MEL (dibagi) Anggaran SHUk + Anggaran MEL
Jika EvK > 1, berarti efektif

3.      Produktifitas Koperasi
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1) disebut produktif.
Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK = SHUk (dibagi) Modal koperasi (1) (lalu dikali 100%)

PPK = Laba bersih dari usaha dengan non anggota (dibagi) Modal koperasi (2) (lalu dikalikan100%)
(1)
   Setiap Rp. 1,00 Modal koperasi menghasilkan SHU sebesar Rp. …
(2)
   Setiap Rp. 1,00 Modal koperasi menghasilkan laba bersih dari usaha dengan anggota sebesar Rp. …

4.      Analisis Laporan Keuangan
Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari system pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.
Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang dibuat oleh badan usaha lain.
Secara umum laporan keuangan meliputi:
1.      Neraca
      2.      Perhitungan hasil usaha (Income statement)
                                                3.      Laporan arus kas (cash flow)
                                                4.      Catatan atas laporan keuangan
                    5.      Laporan perubahan kekayaan bersih sebagai laporan keuangan tambahan.
-         Adapun perbedaan yang pertama adalah bahwa perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota.
-      Perbedaan yang kedua adalah bahwa laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dan koperasi-koperasi. Dalam hal ini terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum kopersi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memerhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali.



Peranan Koperasi
Berdasarkan sifat dan bentuknya, pasar diklasifikasikan menjadi 2 macam :

1. Pasar dengan persaingan sempurna (perfect competitive market)
2. Pasar dengan persaingan tak sempurna (imperfective competitive market), yaitu :
    Persaingan Monopolistik(Monopolistic Competion), Monopsoni dan Oligopoli.

Peranan koperasi di berbagai keadaan persaingan :

1. Di Pasar Persaingan Sempurna
- Adanya penjual dan pembeli yang sangat banyak
- Produk yang dijual perusahaan adalah sejenis (homogen)
- Perusahaan bebas untuk masuk dan keluar
- Para pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna

2. Di Pasar Monopolistik
- Banyak penjual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam
- Produk yang dihasilkan tidak homogen
- Ada produk substitusinya
- Keluar atau masuk ke industri relatif mudah
- Harga produk tidak sama disemua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan    
   penjualnya

3. Di Pasar Monopsoni
- Banyak penjual atau pengusaha tetapi hanya ada satu pembeli

4. Di Pasar Oligopoli
- Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan (penjual) yang
   menguasai pasar
- Dua strategi dasar untuk Koperasi dalam pasar oligopoli yaitu strategi harga dan non harga

Untuk menghindari perang harga, perusahaan akan mengadakan product defferentiation dan memperluas pasar dengan cara melakukan kegiatan advertensi, membedakan mutu dan bentuk produk.

• Penawaran Harga yang bersifat Predator
• Price Leadership : oleh Perusahaan dengan Biaya Terendah

Reff :
id.wikipedia.org/wiki/Koperasi